Pengertian Audit
Audit berasal dari bahasa latin "audire" yang berarti mendengar atau to hear, yaitu pada zaman dahulu apabila seorang pemilik organisasi usaha merasa ada suatu kesalahan atau penyalahgunaan, maka ia mendengarkan kesaksian orang tertentu (Sanyoto, 2017).
Dimana jika membahas tentang audit biasanya dilakukan oleh pihak auditor yang kompeten, bersifat objektif, dan tidak memihak. Secara umum, tujuan dari audit itu sendiri yaitu untuk memverifikasi bahwa data yang dievaluasi oleh audit telah berjalan sesuai standar, regulasi, dan praktik yang berlaku.
Sementara dalam dunia bisnis, audit lebih dikenal dalam perannya sebagai laporan keuangan yang dilakukan oleh akuntan publik dalam menilai layak tidaknya suatu penyajian laporan keuangan yang telah dibuat perusahaan dengan mengacu pada prinsip akuntansi yang berlaku secara sah. Pelajari caranya melalui buku Auditing Teori Dan Praktik Dasar Pemeriksaan Akuntan Publik dibawah ini.
Pengertian Sistem
Sistem adalah tatanan yang terdiri atas sejumlah komponen fungsional (dengan tugas/fungsi khusus) yang saling berhubungan dan secara bersama sama bertujuan untuk memenuhi suatu proses/pekerjaan tertentu (Kusrini, 2017).
Pengertian Informasi
Informasi ialah data yang sudah diproses menjadi bentuk yang berguna bagi pemakai, dan mempunyai nilai pikir yang nyata bagi pembuat keputusan pada saat sedang berjalan atau untuk prospek masa depan. (Jogiyanto, 2014:8)
Pengertian Audit Sistem
Audit Sistem Informasi merupakan proses pengumpulan dan pengevaluasian bukti-bukti untuk menentukan apakah suatu sistem aplikasi komputerisasi telah menetapkan dan menerapkan sistem pengendalian intern yang memadai, semua aktiva dilindungi dengan baik atau tidak disalahgunakan serta terjaminnya integritas data, keandalan serta efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan sistem informasi berbasis komputer(sanyoto,2017).
Ada 4 (empat) tujuan audit sistem informasi, yaitu:
1. Mengamankan aset.
Aset informasi suatu perusahaan seperti perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), sumber daya manusia, file data harus dijaga oleh suatu sistem pengendalian internal yang baik agar tidak terjadi penyalahgunaan aset perusahaan.
2. Menjaga integritas data.
Integritas data (data integrity) adalah salah satu konsep dasar sistem informasi. Data memiliki atribut-atribut tertentu seperti: kelengkapan, kebenaran, dan keakuratan.
3. Menjaga efektivitas sistem.
Efektivitas sistem informasi perusahaan memiliki peranan penting dalam proses pengambilan keputusan. Suatu sistem informasi dapat dikatakan efektif bila sistem informasi tersebut telah sesuai dengan kebutuhan user.
4. Mencapai efisiensi sumber daya.
Efisiensi menjadi hal yang sangat penting ketika suatu komputer tidak lagi memilki kapasitas yang memadai atau harus mengevaluasi apakah efisiensi sistem masih memadai atau harus menambah sumber daya, karena suatu sistem dapat dikatakan efisien jika sistem informasi dapat memenuhi kebutuhan user dengan sumber daya informasi yang minimal.
Pengertian Metodologi Analisis
Dalam penelitian untuk pengembangan sistem ini menggunakan metodologi analisis dan desain sistem terstruktur (structured system analysis and design). Metodologi analisis dan desain terstruktur adalah metodologi yang digunakan pada tahap analisis dan tahap desain. Metodologi ini termasuk dalam kelompok data oriented methodologies yang menekankan pada karakteristik dari data yang akan diproses, lebih spesifik metodologi analisis dan desain terstruktur masuk dalam kategori data flow oriented methodologies dimana metodologi ini didasarkan kepada pemecahan dari sistem kedalam modul-modul berdasarkan tipe elemen data dan tingkah laku logika modul tersebut didalam sistem. Dengan metodologi ini sistem secara logika dapat digambarkan secara logika dan digambarkan secara logika dari arus data dan hubungan antar fungsinya didalam modul-modul di sistem (Jogiyanto, 2005).
Tahapan Metodologi Analisis
Dalam proses Metodologi Analisis terdapat 5 tahapan, yaitu
1. Kebijakan dan Perancangan sistem
a. Kebijakan Sistem
Dilakukan dalam upaya meraih kesempatan yang tidak terdapat pada sistem yang lama (memiliki kelemahan) Partisipasi dan keterlibatan manajemen masih diharapkan utk keberhasilan sistem yg akan dikembangkan, dengan dibentuk tim penasihat (komite pengarah), yg terdiri dari wakil-wakil pimpinan dari masing-masing departemen pemakai sistem (manajer divisi), yg diketuai oleh direktur utama.
b. Perancangan Sistem
Perencanaan dilakukan setelah adanya kebijakan pengembangan sistem Perencanaan sistem menyangkut estimasi dari kebutuhan fisik, tenaga kerja dan dana yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan sistem dan mendukung operasinya setelah diterapkan. Perencanaan sistem ditangani oleh staf perencana sistem.
2. Analisis Sistem
Analisis Sistem atau System Analysis adalah suatu teknik atau metode pemecahan masalah dengan cara menguraikan system ke dalam komponen-komponen pembentuknya untuk mengetahui bagaimana komponen-komponen tersebut bekerja dan saling berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan system.
3. Desain Sistem
Desain sistem merupakan persiapan dari desain terinci dan mengidentifikasikan komponen-komponen sistem informasi yang akan didesain secara rinci. Desain terinci dimaksudkan untuk pemrograman komputer dan ahli teknik lainnya yang akan mengimplementasikan sistem.
4. Seleksi Sistem
Tahap seleksi sistem merupakan tahap untuk memilih perangkat keras dan perangkat lunak untuk sistem informasi. Tugas ini membutuhkan pengetahuan yang cukup bagi yang melaksanakannya supaya dapat memenuhi kebutuhan rancang bangun yang telah dilakukan.
5. Implementasi Sistem
Implementasi sistem adalah prosedur sistem yang dilakukan untuk menyelesaikan perancangan sistem yang telah disetujui seperti menguji, menginstal, dan memulai menggunakan sistem yang baru atau sistem yang diperbaiki.
Source : https://www.youtube.com/watch?v=BaR9jVuEKOA
